Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Epicurean Paradox dan Deduksi Bahwa Setan adalah Manusia Itu Sendiri

byRedaksi
05/07/2022
inDialektika
155
SHARES
1.1k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Bermula dari keingintahuan spiritual manusia sejak beribu-ribu tahun lalu. Ribuan agama telah lahir untuk menjadi jawaban akhir pertanyaan itu. Namun, sayangnya tak satupun yang mampu memberikan kepuasan intelektual dan spiritual para penanya itu.

Semua bermula dari munculnya sosok yang disebut iblis atau setan. Sosok satu ini dianggap sebagai tokoh paling antagonis dalam skenario kehidupan seorang manusia. Manusia sejak lahirnya adalah makhluk yang suci, dan setan yang mengotorinya.

Setan diejawantahkan dalam persepsi yang bias. Ia hadir di mana saja dan memiliki kekuatan yang tak terbatas. Membisikkan manusia untuk tetap berbuat dosa, sekuat apapun iman manusia itu. Lalu, tak sedikit pula manusia tersebut terjerumus ke dalam dosa.

Seorang pemikir dari Yunani, Epicuro yang hidup di tahun 341 sebelum masehi dan meninggal tahun 271 sebelum masehi mencoba mempertanyakan eksistensi setan tersebut. Bagi dia, apabila Tuhan mampu melawan setan maka Tuhan akan tahu segalanya tentang Tuhan dan muncul pertanyaan, apakah Tuhan mau melawan setan?

Epicuro memulai pertanyaannya dengan premis apabila ternyata Tuhan tidak mau melawan setan maka Tuhan sebenarnya tidak mencintai manusia dengan menyandingkan hidupnya bersamaan dengan setan yang jelas-jelas akan membuat mereka lupa pada Tuhan. Lalu, muncul pertanyaan di kepala Epicuro, apa sebenarnya tujuan setan di-ada-kan di dunia ini? Bukankah semua yang tercipta di dunia ini adalah kehendak Tuhan?

Epicuro menyampaikan ada dua kemungkinan, pertama “apabila Tuhan itu Maha Mengetahui, maka Ia akan tahu apa yang akan terjadi ketika kita hidup bersama atau tanpa setan di samping kita.” Epicuro melanjutkan, bahwa “dengan kekuatan yang dimiliki Tuhan, sungguh sangat kecil urusan menghilangkan setan di muka bumi bahkan di seluruh semesta ini.”

Maka karena hal itu tidak terjadi, pertanyaannya kembali lagi ke “apa sebenarnya tujuan setan diciptakan?

Pemikiran tersebut bermuara ke pertanyaan lain, “apakah Tuhan tidak ingin menciptakan sebuah dunia tanpa setan di dalamnya, agar semua manusia mengikuti kehendak-Nya, yakni menyembah-Nya?”

Jawaban yang muncul adalah, “ya” atau “tidak”. Ketika jawabannya “ya”, maka pertanyaan berikutnya adalah “kenapa Dia tidak melakukannya?” dan itu juga jawaban ketika jawabannya adalah “tidak”.

Saat itulah, ditemukan sebuah paradoks. Pertanyaannya menemui jalan buntu, dan jawabannya akan kembali membuat pertanyaannya berputar-putar. Maka jawabannya yang paling populer untuk pertanyaan semacam itu adalah “hanya Tuhan yang tahu.” Tentu saja, dahaga Epicuro tak akan terpuaskan dengan jawaban populer itu.

Manusia adalah Setan yang Sebenarnya

Berikutnya, dari paradoks Epicuro (Epicurean Paradox) tersebut lahir berbagai jawaban dan kesimpulan yang lain. Yah, untuk menghilangkan paradox tersebut maka dihilangkan pernyataan paling awal, yakni “Setan itu ada”.

Bila “setan tidak ada” maka paradox itu tidak akan muncul. Lantas, kemana setan? Serta darimana datang kejahatan bila setan tidak ada?

Manusia adalah campuran antara “setan dan malaikat”. Bisikan baik maupun bisikan jahat ternyata datang dari pikiran manusia sendiri. Bisa saja “perut” yang berubah fungsi menjadi setan ketika ada kesempatan untuk mencuri. Bisa juga “kelamin” yang menjadi setan ketika ada kesempatan berduaan dengan pacar di rumah yang kosong dan sepi.

Kenapa setan tidak perlu ada? Selain untuk menghilangkan paradox tadi, ternyata setan memang berfungsi sebagai kambing hitam ketika manusia melakukan kesalahan. Seseorang pejabat teras negeri ini tertangkap korupsi. Lalu di depan kamera televisi, ia berkata bahwa ia telah terbujuk rayuan setan.

Seorang seniman kenamaan tanah air memfitnah, pura-pura digebukin padahal operasi plastik juga menyalahkan setan atas tindakannya tersebut. Seorang selebriti kondang yang tertangkap basah menggunakan obat-obatan terlarang juga menyalahkan setan atas tindakannya tersebut.

Lebih parah, seorang pelaku pedofil yang memperkosa bocah yang bahkan masih SD juga mengaku bahwa ia terbujuk bisikan jahat setan. Maka setan menjadi kambing hitam, seolah-olah tanpa kehadirannya, manusia tak akan mampu membunuh seekor nyamuk sekalipun.


Artikel ini pertama kali terbit di Pojok Seni. Baca sumber di sini.

Tags:#epicurus#paradoks#setan
Share62SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber