Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Mengapa Prilly Latuconsina, Raffi Ahmad, dan Seleb Ramai-ramai Membeli Klub Bola?

byRedaksi
15/02/2022
inDialektika
100
SHARES
713
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Klub Sepak Bola Liga 3 Persikota Tangerang kini punya punya pemilik saham baru: Prilly Latuconsina. Tanpa mengungkap nominalnya, aktris berusia 25 tahun ini memutuskan untuk merogoh kocek demi membeli klub bola kota kelahirannya tersebut. Targetnya, tahun depan ia bisa melihat klub tersebut bertanding di Liga 2 dan promosi ke Liga 1 di kemudian hari.

Kehadiran Prilly di persepakbolaan Indonesia menambah deretan selebritas yang memutuskan berbisnis lewat kepemilikan klub.

Tahun lalu, Raffi Ahmad mengakuisisi klub Cilegon United dan mengubah namanya menjadi Rans Cilegon FC. YouTuber Atta Halilintar juga mengakuisisi PSG Pati yang kemudian berganti nama menjadi AHHA PS Pati FC. Sementara, putra Presiden Joko Widodo yakni Kaesang Pangarep juga menjadi salah satu pemilik saham Persis Solo.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa sebetulnya alasan selebritas memutuskan untuk berjibaku dalam bisnis sepak bola?

1. Potensi bisnis bola

Bisnis persepakbolaan Indonesia masih memiliki peluang kuat untuk dikembangkan.

Menurut peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Mohamad D. Revindo, kerugian akibat mandeknya Liga Indonesia akibat pandemi ditaksir antara Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun dalam satu tahun. Logikanya, nilai tahunan industri sepak bola Indonesia berkisar di angka tersebut.

Namun, menurut Revindo, angka ini masih memiliki potensi untuk meningkat hingga tiga atau empat kali lipat jika liga sepak bola di Indonesia dikelola lebih menarik. Revindo membandingkan bagaimana slot iklan pada tayangan sepak bola di Indonesia dihargai Rp 42 juta. Sementara, pada liga Inggris, satu slot iklan ditakar mencapai Rp 130 juta.

Potensi peningkatan valuasi ini mungkin dilakukan mengingat antusiasme yang tinggi dari pecinta sepak bola tanah air. Penelitian yang dilakukan Nielsen Sport pada tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penikmat tontonan sepak bola tertinggi kedua di dunia setelah Nigeria. Sekitar 77% populasi Indonesia menunjukan kecintaannya pada olahraga permainan ini, terutama ketika Tim Nasional Indonesia turun lapangan.

Sepak bola di Indonesia, menurut Revindo, sudah menjadi industri yang menghidupi hingga 24.000 orang.

“Dari sepak bola ini, berkembang industri-industri sampingan misalnya merchandise (pernak-pernik klub) dan jersey (seragam klub),” ujar Revindo dalam siaran podcast SuarAkademia yang dilakukannya bersama The Conversation Indonesia.

“Kondisi pandemi ini membuat harga klub menjadi murah. Inilah waktu yang tepat bagi seleb untuk membeli klub bola,” imbuhnya.

2. Kepedulian terhadap bola membangun citra positif untuk seleb

Menurut pengamat ekonomi dari UI, Fithra Faisal Hastiadi, akar kecintaan sepak bola di Indonesia salah satunya berasal dari fanatisme.

Namun, menurut Fithra, suporter ini umumnya lebih menekankan pada asal kesukuannya saja dan tidak dapat membentuk basis massa di luar daerahnya.

Terkait, dengan antusiasme dan fanatisme yang tinggi di persepakbolaan Indonesia, Revindo melihat adanya dua tren yang mendorong selebritas masuk ke dalam bisnis si kulit bundar.

Pertama, popularitas nasional yang sudah kuat akan dipadukan dengan basis suporter yang bersifat kewilayahan bisa saja nantinya digunakan untuk kepentingan politik, seperti pemilihan kepala daerah, baik oleh sang artis ataupun kandidat yang didukung.

Selebritas Indonesia memang cukup banyak yang banting setir ke dunia pemerintahan, seperti aktor Deddy Mizwar dan penyanyi Pasha Ungu.

“Kedua, citra kepedulian terhadap sepak bola sebagai olah raga rakyat dan aktivitas positif generasi muda juga memberikan dimensi citra yang berbeda bagi selebritas, bahwa mereka punya perhatian untuk banyak hal di luar urusan entertainment [hiburan],” ujar Revindo.

Menurut Revindo, dengan puluhan juta pengikut di Instagram, misalnya, Raffi Ahmad telah memulai langkah tersebut dan mengumpulkan potensi basis massa untuk Rans Cilegon FC dari berbagai daerah.

“Biaya awal yang dikeluarkan untuk membeli itu tidak ada apa-apanya. Raffi Ahmad membeli Rans Cilegon itu dia sudah mengundang sponsor, yang datang dalam hitungan bulan ke depan, balik modal itu. Siapa yang tidak mau sponsor klub yang pemiliknya punya follower 51 juta?” ujar Revindo.(*)


The Conversation

Tags:#klubbola#persikota#rans#seleb#trensosial
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026
Berita

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL

13/08/2026
Berita

RDPU di Komisi IV Telah Menyatakan Playgroup Djuwita Legal Dan Layak Beroperasi, Serta Minta Publik Suportif

12/08/2026

Populer

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Dugaan Malpraktik Yang Tewaskan Dewi Sitinjak di RS Awal Bros Batam

10/08/2026
Berita

KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SIANTAR UTARA DAN BPN-ATR LAKUKAN PERCEPATAN PENERBITAN E-Sertifikat Wakaf

11/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Bos Mega Mall, Bowie Jonatan Dihukum 2 Bulan 25 Hari, Kajari dan Kasintel Kejari Batam Bungkam Seribu Bahasa

08/08/2026
Berita

RDPU di Komisi IV Telah Menyatakan Playgroup Djuwita Legal Dan Layak Beroperasi, Serta Minta Publik Suportif

12/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber