Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juni 23, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Meski Konsumsi Kian Menurun, Nasi Masih Jadi Prioritas Sebagai Makanan Pokok

byRedaksi
09/08/2021
inDialektika
102
SHARES
728
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- “Belum makan, kalau belum makan nasi”, adalah kalimat yang sering dilontarkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia jika dihadapkan pada pertanyaan mengenai makan. Kalimat tersebut menjadi sebuah tanda, bahwa nasi (beras) sudah menjadi makanan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan data yang dikeluarkan oleh BPS dalam publikasi Pengeluaran untuk Konsumsi SUSENAS 2020, bahwa hampir 100 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

Komoditas lain yang dikonsumsi sebagai makanan pokok adalah jagung basah, makanan berbahan tepung terigu, ketela pohon hingga makanan jadi seperti mi instan berada jauh di bawah jumlah konsumsi nasi masyarakat Indonesia.

Banyaknya produksi beras di Indonesia

Konsumsi nasi sebagai makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia didukung dengan jumlah produksi beras yang melimpah. BPS melaporkan jumlah produksi beras pada tahun 2020 sebanyak 54,6 juta ton, yang merupakan hasil dari luas area panen 10,6 juta hektare.

Provinsi dengan produksi beras terbanyak pada tahun 2020 adalah Jawa Tengah, dengan total produksi sebanyak 10,5 juta ton dari luas area panen 1,7 juta hektar.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) juga memberikan data yang sama mengenai hasil produksi beras di Indonesia sebesar 54,6 juta ton. Indonesia bersama sebagian besar negara di benua Asia menjadi wilayah dengan produksi beras yang melimpah.

Sebesar 90,6 persen wilayah produsen beras di dunia berasal dari Asia, termasuk Indonesia yang juga menjadi negara dengan produksi beras terbanyak ke-3 di dunia setelah China dan India.

Beberapa data tersebut menjadi alasan kuat, bahwa nasi menjadi komoditas yang paling banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok di Indonesia.

Konsumsi nasi di tengah masyarakat Indonesia menurun

 

Seiring dengan banyaknya jumlah produksi beras di Indonesia, hal tersebut tidak menutup peluang masuknya komoditas lain selain nasi untuk dikonsumsi sebagai makanan pokok.

Meskipun konsumsi nasi (beras) tetap mendominasi standar makanan pokok masyarakat Indonesia, BPS melalui SUSENAS 2020 menemukan data bahwa konsumsi beras mengalami penurunan.

Berdasarkan publikasi Pengeluaran untuk Konsumsi SUSENAS 2020, konsumsi bahan baku beras oleh masyarakat Indonesia mengalami penurunan sebesar 8,10 persen dari tahun 2015 hingga tahun 2019.

Sementara konsumsi bahan baku beras oleh masyarakat Indonesia sebanyak 6.977 kg pada tahun 2015 menjadi 6.412 kg pada tahun 2019.

Menurunnya pengolahan beras sebagai bahan dasar makanan pokok selama lima tahun terakhir dapat disebabkan karena faktor preferensi dalam memilih makanan.

Pengaruh rasa yang lebih enak, kepraktisan, kenyamanan, kualitas, hingga keragaman makanan lain yang dapat memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh, menjadi alasan dalam memilih makanan lain selain nasi.

Faktor lain yang dapat menggeser pola konsumsi makanan adalah peningkatan pendapatan. Menurut hukum Bennet yaitu peningkatan pendapatan akan mengakibatkan seseorang cenderung meningkatkan kualitas konsumsi makannya.

Masyarakat dengan pendapatan rendah akan lebih mengutamakan makanan dengan karbohidrat sebagai sumber energi, yang dalam hal ini lebih banyak ditemukan pada nasi. Sementara itu, jika pendapatan meningkat maka pola konsumsi makanan akan makin banyak jenisnya.

Peningkatan pendapatan juga lazim menyebabkan terjadinya perubahan pola konsumsi makanan dengan meningkatkan konsumsi makanan yang lebih bernilai gizi tinggi. Perubahan pola konsumsi makanan yaitu mengurangi makanan sumber karbohidrat dan meningkatkan makanan sumber protein, vitamin, dan mineral.

Namun, perubahan pola konsumsi tersebut juga diiringi dengan pengetahuan terhadap kualitas makanan, indikator makanan yang bergizi, dan jumlah gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Seiring dengan menurunnya konsumsi bahan baku beras dalam lima tahun terakhir, jumlah konsumsi beberapa jenis makanan justru meningkat.

Berdasarkan sumber yang sama, beberapa jenis makanan lain menjadi pilihan dalam konsumsi makanan pokok mengalami peningkatan jumlah konsumsi. Contohnya adalah konsumsi tepung terigu yang meningkat 20,38 persen dari tahun 2015 hingga 2019.

Tepung terigu diolah menjadi beberapa jenis makanan yang mengandung karbohidrat sebagai pengganti nasi, seperti roti, kue, hingga gorengan, sebagai camilan.

Selain mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok, sebagian besar masyarakat Indonesia juga memberikan alternatif bagi komoditas mi sebagai makanan utama. Komoditas mi pun mengalami peningkatan jumlah konsumsi sebesar 12,56 persen, dari 2.211 porsi (2015) menjadi 2.488 porsi (2019).

Memilih nasi sebagai makanan pokok ketimbang beberapa jenis makanan yang lain dapat dikembalikan pada preferensi masing-masing individu sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan. Karbohidrat bukan satu-satunya gizi yang dibutuhkan tubuh, oleh sebab itu, imbangi dengan konsumsi kebutuhan gizi lainnya seperti protein nabati dan hewani.(*)


Good News From Indonesia

Tags:#makananpokok#nasiputih#trensosial
Share41SendShare

Related Posts

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Dari Peristiwa Kanjuruhan Hingga Batalnya Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

03/04/2023

Oleh: Edis Galingging* PIRAMIDA.ID- Dunia sepak bola tanah air sedang merasakan duka yang dalam. Kali ini, duka itu hadir bukan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026
Berita

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16/06/2026
Berita

“Tuntutan 45” Aliansi Mahasiswa Batam; Desak Sahkan RUU Perampasan Aset, Evaluasi MBG hingga sorot isu Lingkungan di Kota Batam

15/06/2026
Berita

Ketua Pemuda Muhammadiyah Simalungun, Film Children of Heaven: Dakwah Kultural Muhammadiyah.

11/06/2026

Populer

Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
Berita

Kunjungi Gereja JKI Petra, PARKINDO ajak Warga Gereja Hentikan Diskriminasi Penyandang Disabilitas

02/03/2022
ilustrasi: tirto.id/Gery
Sains

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023
Berita

Soroti 4 Poin Penting, Gemoy Siantar Resmi Laporkan 5 Komisioner KPU Siantar ke DKPP RI

21/11/2024
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber