Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Pancasila: Jejak dan Tapaknya

byRedaksi
20/09/2020
inDialektika
ilustrasi/jawapos.com

ilustrasi/jawapos.com

100
SHARES
714
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Yudhie Haryono*

PIRAMIDA.ID- Sejak 1999 aku melihat Islam dan Pancasila sebagai ideologi yang mati segan hidup tak semangat. Islam sekarat oleh romantisme: arabis dan ontanis. Pancasila sekarat oleh begundal: lokal dan internasional.

Bagaimana mereka bisa bangkit kembali? Dalam konteks Pancasila, ia harus punya agensi yang mampu menjawab pertaruhan dan ketegangan hidup yang melingkupi kita semua. Ia harus membuat tapak dan jejak yang tegas bin jelas demi kegagahan Indonesia.

Singkatnya, kita perlu filosof muda yang mengetik kembali usaha menyeimbangkan dan mengintegrasikan beberapa ketegangan yang sedang kita hadapi. Singkatnya, metoda perelisasian Pancasila perlu diketik untuk menjawab soal-soal di bawah ini:

Pertama, soal ketegangan antara global dan lokal. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua menjadi warganegara unggul yang berperilaku jenius, baik di kehidupan negara ataupun masyarakatnya.

Kedua, soal ketegangan antara universalitas dan individualitas. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua menyeimbangkan janji globalisasi dan resiko-resikonya. Ini penting demi tercapainya semua mimpi dan cita-cita bernegara.

Ketiga, soal ketegangan antara tradisi dan modernitàs. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua menghargai sejarah dan tradisi kultural dengan menyeimbangkannya dengan ketajaman etik dan keterampilan kooperatif untuk menghargai perubahan dan inovasi; iptek dan imtaq.

Keempat, soal ketegangan antara pertimbangan jangka panjang dan jangka pendek. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua belajar menyeimbangkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam merealisasikan secara penuh bahwa solusi terhadap beberapa masalah memerlukan kesabaran dan pertimbangan kebutuhannya.

Kelima, soal ketegangan antara kompetisi dan kooperasi. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua berjuang meraih keunggulan semuanya, dengan menyeimbangkan prinsip-prinsip kompetitif yang memberikan insentif; kooperasi yang memberikan kekuatan; dan soliditàs yang menyatukan.

Keenam, soal ketegangan antara spiritual dan material. Perealisasian Pancasila seharusnya membantu kita semua bertindak sesuai dengan tradisi budaya dan keyakinannya sebagaimana mereka memberikan respek penuh terhadap pluralisme dan kepedulian terhadap manusia lainnya.

Ketujuh, soal ketegangan antara kurikulum yang ada dan perubahan revolusioner. Perealisasian Pancasila harus menyeimbangkan isi kurikulum tradisional yang terbaik dengan bidang belajar baru yang penting, seperti pengetahuan-diri (self-knowledge), cara-cara yang menjamin keseimbangan antara fisik dan psikologis, dan cara-cara yang menjamin keseimbangan antara pemahaman lingkungan alam yang membaik dan penjagaan lingkungan alam yang lebih baik.

Dengan memperhatikan tujuh ketegangan itu maka orientasi utamanya adalah pencarian keseimbangan yang berkelanjutan. Yang menjamin keseimbangan hidup bangsa dan warganya: identitas, mentalitas dan regenerasitas.

Dengan hidup seimbang, lahirlah keberanian untuk maju meraih tujuan terbaik dan dapat mengarah pada kebahagiaan, keceriaan, kemakmuran dan aman serta berkualitas.

Menciptakan warganegara unggul adalah tapak dan jejak Pancasila demi merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Itu yang menjadi program utamanya jika ingin Pancasila menjelma di keseharian kita.(*)


Penulis merupakan Direktur Eksekutif Nusantara Centre. Pendiri PKPK UMP (Pusat Kajian Pancasila dan Kepemimpinan Univ Muhammadiyah Purwokerto).https://www.piramida.id/wp-admin/post-new.php

Tags:#Indonesia#konstruksi#Pancasila
Share40SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
Berita

Sekretaris KNPI Simalungun Minta Bupati Evaluasi dan Copot Camat Hutabayu Raja

21/08/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026

Populer

Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Eks Ketum GMKI Batam Apresiasi untuk Kapolda Kepri dan Bareskrim Polri: Tertibkan Pelanggaran, Lindungi Dunia Usaha yang Patuh

22/08/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber