Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEkologi

Mengapa COVID-19 Sangat Berdampak Bagi Lingkungan?

byRedaksi
21/07/2020
inEkologi
98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Banyak orang mengatakan pandemi COVID-19 “baik bagi lingkungan”. Mereka mengungkapkan bahwa alam sedang menyembuhkan dirinya sendiri ketika manusia berdiam diri di rumah. Namun, manfaatnya mungkin hanya bisa kita rasakan di awal, mulai dari udara yang lebih bersih hingga kicauan burung yang terdengar ketika suara mobil dan pesawat tidak ada.

Kini, dengan ‘relaksasi’ karantina wilayah, para ahli khawatir kondisi Bumi akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih parah. Mungkin akan muncul lebih banyak kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim yang memburuk. Memang terlalu dini untuk mengetahui apakah skenario suram itu akan terjadi, tapi tanda-tanda yang memprihatikan sudah terlihat di beberapa negara.

Pada awal April, dengan adanya karantina wilayah, emisi karbon menurun sebanyak 17% dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pada 11 Juni, data terbaru menunjukkan bahwa itu hanya lebih rendah 5% di waktu yang sama pada tahun lalu—padahal aktivitas normal belum berfungsi sepenuhnya.

“Kita masih memiliki jumlah mobil, jalanan, industri, dan rumah yang sama,” kata Corinne Le Quéré, pemimpin penelitian sekaligus profesor perubahan iklim dari University of East Anglia.

“Oleh sebab itu, saat karantina wilayah dilonggarkan, kita akan kembali ke seperti semula,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini ‘risikonya sangat tinggi’—emisi karbon dapat melonjak melewati angka prapandemi. Diketahui bahwa selama krisis keuangan 2007-08, emisi di Bumi sempat menurun, tapi kemudian bangkit kembali.

Contoh dari Tiongkok

Tiongkok menjadi negara pertama yang menerapkan lockdown ketika virus corona mulai menyerang. Namun, ia juga menjadi negara pertama yang pertama kali melonggarkan kebijakan karantina wilayah.

Perbaikan kualitas udara yang terjadi saat pabrik-pabrik ditutup dan transportasi dihentikan pada Februari dan Maret lalu, kini telah menghilang.

Saat banyak pabrik berusaha ‘membayar’ waktu yang terbuang saat karantina wilayah, polusi udara di negara tersebut pun kembali seperti saat sebelum pandemi.

Selain itu, menurut Lauri Myllyvirta, kepala analis di Center for Research on Energy and Clean Air yang melaporkan data polusi di Tiongkok, para pejabat provinsi yang putus asa berusaha meningkatkan kembali ekonomi dengan memberikan lampu hijau untuk membangun pembangkit listrik tenaga batu bara yang baru. Tindakan tersebut akan memberikan masalah tambahan pada kesehatan dan iklim Bumi di masa depan. Sebab, mesin industri seperti itu akan digunakan selama bertahun-tahun.

Kekhawatiran lainnya adalah kemacetan. Myllyvirta mengatakan, kemacetan di Tiongkok telah kembali seperti sebelum pandemi, padahal belum semua penduduk melakukan perjalanan.

Hutan Amazon paling terdampak

Di Brasil, penebang liar telah meningkatkan aksi mereka untuk merusak hutan hujan Amazon saat virus corona menyerang negara tersebut.

Menurut data satelit dari INPE, sekitar 64% lahan di sana telah ditebang lebih banyak dibanding April 2019. Padahal sebelumnya, 2019 menjadi tahun dengan deforestasi terburuk dalam satu dekade.

“Ini seperti Anda dapat melakukan apa pun yang diinginkan di Amazon dan tidak akan dihukum,” kata Ane Alencar, direktur sains di IPAM Amazonia, sebuah organisasi nirlaba ilmiah.

Vegetasi hutan yang telah ditebang kemungkinan akan menjadi pusat kebakaran pada Juli, saat musim panas. Dan asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut akan menyebabkan masalah kesehatan pada jantung dan paru-paru.

Prioritas pemimpin

Dengan adanya pandemi COVID-19, prioritas para pemimpin dunia mungkin akan berubah. Asa Persson, direktur penelitian di Stockholm Environment Institute mengatakan, urgensi krisis kesehatan dan ekonomi akan mengalihkan perhatian mereka dari upaya perlambatan perubahan iklim.

“Seperti apa prioritas mereka?”, kata Persson.

“Apakah pemerintah berupaya menopang perekonomian dengan memperkuat industri-industri agar lebih ramah lingkungan dan menggunakan dana pemulihan untuk mendukung sektor energi yang ‘bersih dan efisien’?”, imbuhnya.

Mengalokasikan cara tersebut dapat menggerakkan dunia menuju masa depan rendah karbon, juga mengatasi kesenjangan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi. Strategi tersebut mungkin akan lebih berhasil bagi lingkungan dibanding pengurangan emisi dalam beberapa bulan selama karantina wilayah.


Sumber: National Geographic Indonesia/Gita Laras Widyaningrum.

Tags:#lingkungan#pandemi#polusi
Share39SendShare

Related Posts

PIKI Peduli Hadir untuk Masyarakat Kalteng

22/09/2026

PIRAMIDA.ID | Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa 22 September 2026 Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) melalui...

KN-LWF Indonesia, GMKI PSS, AMAN Tano Batak Gelar Diskusi: “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan

01/04/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - KN-LWF Indonesia bersama GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan AMAN Wilayah Tano Batak menggelar diskusi (Ngopi & Nalar) dengan...

Suara dari Bonapasogit: Gereja dan Masyarakat Sipil Serukan Penutupan PT TPL

15/07/2025

PIRAMIDA.ID - Suasana haru dan semangat memenuhi ruang pertemuan Hotel Serenauli, Laguboti, ketika lebih dari 150-an orang dari berbagai latar...

Menelusuri Asal Usul Makna Warna Hijau & Gerakan Lingkungan

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Pada Februari 1970, sekelompok hippie dan aktivis berkumpul di Vancouver, Kanada untuk membahas rencana uji coba nuklir di Pulau...

Perspektif Sosiologi terhadap Permasalahan Eksistensi Nelayan Skala Kecil

27/10/2022

Oleh: Adhitya Qurdiansyah (2205030012) PIRAMIDA.ID- Nelayan merupakan sebuah istilah bagi setiap individu atau kelompok yang mana kesehariannya bekerja menangkap ikan...

Di Jambi Penyelesaian Konflik Agraria Dinilai Setengah Hati, WALHI Ungkap Sejumlah Persoalan

26/07/2022

PIRAMIDA.ID- Proses penyelesaian konflik agraria di wilayah Provinsi Jambi, diakui masih menapaki jakan terjal oleh Manager Advokasi Wahana Lingkungan Hidup...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Ajak Mahasiswa Lintas Kampus Asah Naluri Jurnalistik: Rilis Pers Tak Cukup Sekadar Informasi

11/10/2026
Berita

Siap memimpin & siap Menginspirasi Sejak Dini, SD MUKITA Sukses Gelar IPM KIDS Next Gen Leader & Musyawarah Kerja

11/10/2026

Populer

Berita

Siap memimpin & siap Menginspirasi Sejak Dini, SD MUKITA Sukses Gelar IPM KIDS Next Gen Leader & Musyawarah Kerja

11/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Ajak Mahasiswa Lintas Kampus Asah Naluri Jurnalistik: Rilis Pers Tak Cukup Sekadar Informasi

11/10/2026
Berita

Reshuffle Berkali-kali: Forum Think and Talk Soroti Netralitas Evaluasi Kinerja vs Kepentingan Politik Kabinet Prabowo

08/10/2026
Pojokan

Catatan Kenangan Di Tiga Runggu

30/05/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus